themonclers.com
berita olahraga online, kabar terkini, prediksi sepakbola, prediksi skor jitu, prediksi terakurat, bursa bola online

Kejahatan Jalanan Viral Terkait Dengan Politik 22 Mei

Kejahatan Jalanan Viral Terkait Dengan Politik 22 Mei – Akhir-akhir ini warga diresahkan dengan peredaran video berkonten kejahatan jalanan seperti tindakan begal, grup warga yang bawa senjata tajam, penerimaan gengster, atau perampokan.

Tetapi, peristiwa-peristiwa itu dibantah oleh faksi kepolisian. Polisi menyebutkan video yang tersebar ialah momen yang telah lama berlangsung serta sudah diatasi oleh kepolisian.

Agen Sbobet

Kepala Bagian Jalinan Warga Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memberikan contoh beberapa momen kejahatan jalanan yang tersebar di sosial media. Walau sebenarnya momen itu terjadi serta diatasi kepolisian.

Diantaranya video viral yang tunjukkan sekumpulan orang dengan senjata tajam menghabisi nyawa seorang yang sedang lari untuk menghindar. Argo menjelaskan momen itu memang berlangsung di Kwitang, Jakarta Pusat. Tetapi aktor telah diamankan oleh polisi.

Seterusnya, video viral yang diambil dari satu diantara tempat parkir serta menunjukkan perkelahian antarkelompok di jalan raya. Argo menjelaskan momen itu berlangsung di Makassar pada Senin (13/5) malam. Perkelahian itu menyertakan penjaga parkir dengan pengemudi ojek online.

“Ini sudah sempat viral sesudah kami konfirmasi ke Makassar ini insiden di Makassar serta telah diatasi oleh Polsek Panakukang di Makassar,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Lalu ada photo yang tunjukkan satu diantara organ badan yang telah putus. Argo menerangkan momen itu berlangsung di Bekasi Utara pada 22 Februari 2019 serta telah diatasi oleh Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Ada masalah lama dipertunjukkan kembali, ada broadcast-broadcast seperti di Jakut ada broadcast jangan pernah lewat malam-malam sebab banyak begal dan lain-lain,” katanya.

Argo pastikan kondisi ketertiban dan keamanan warga di Jakarta dalam kondisi aman. Bulan Mei ini, Argo mengaku belum memperoleh laporan berkaitan insiden seperti yang ramai di beberapa video viral itu.

“Saya berikan di sini jika Kamtibmas di Jakarta dalam situasi aman, warga janganlah cemas yang ingin ke Jakarta serta melakukan aktivitas. Janganlah cemas tidak ada pekerjaan menakutkan,” katanya.

Video Kejahatan Jalanan Viral Berkaitan Kondisi Politik 22 MeiPolisi mengecek mobil masyarakat untuk menghadapi kejahatan jalanan.
Selain itu ahli Kriminologi Muhammad Mustofa memandang penebaran video kriminil jalanan yang viral terakhir bisa dihubungkan dengan pergolakan politik yang sekarang ini sedang berlangsung, yakni penantian hasil perhitungan pemilu pada 22 Mei.

“Yang pasti jika itu video lama tetapi disebarluaskan oleh akun-akun yang katakanlah bukan abal-abal ada design untuk lalu membuat cemas warga, tinggal dijelajahi ia lebih dekat ke profil mana,”

Mustofa memiliki pendapat video itu menyengaja diviralkan untuk bikin warga cemas serta tidak yakin pada pemerintahan sekarang ini.

“Jadi seringkali itu digunakan, berita-berita (viral) mungkin benar, tetapi telah kadaluwarsa disiarkan lagi seakan baru agar warga cemas,” katanya.

Mustofa menyangka, satu diantara yang dibidik ialah beberapa orang yang sedang berpuasa, sebab tunjukkan seakan pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan seperti kejahatan jalanan. Mengakibatkan akan muncul anti-pati warga pada pemerintah.

Mustofa memberikan contoh pertarungan di antara Donald Trump dengan Hillary Clinton untuk menempati jabatan Presiden AS saat itu diwarnai dengan ramainya munculnya berita-berita hoax yang menyerang Hillary. Hal itu jadi modus di pertarungan politik.

Momen itu berlangsung pada Putin waktu bersaing jadi Presiden Rusia juga memakai taktik sama.

Mustofa menjelaskan harus selektif untuk lihat penebaran berita masalah kejahatan jalanan.

“Momen yang konkret (benar berlangsung sekarang ini) tidak berkaitan (kebutuhan politik), tetapi jika berita lama dimuat ada motivasi yang berlainan,” katanya.

Selain itu, Kriminolog Josias Simon menjelaskan kesengajaan menebarkan video kejahatan jalanan untuk bikin warga anti-pati dengan pemerintah mungkin berlangsung. Tetapi, menurutnya penebaran video itu lebih untuk bikin keresahan warga.

Ia menerangkan kesengajaan itu dapat disaksikan dari penebaran video dengan cerita yang tidak diterangkan sumber serta kapan momen itu berlangsung.

“(Mungkin) menyangka ada yang menyengaja untuk bikin keresahan satu wilayah atau daerah yang semula tidak ada untuk dibikin cemas. Kita harus lihat dahulu type yang dibikin diviralkan, sepanjang sumbernya jelas ada kemauan baik (untuk mencegah), asal tidak jelas bisa jadi,”

Simon memperjelas peranan pemerintah memang penting untuk menyikapi kejahatan jalanan ini. Tetapi, perhatian itu bukan saja ke arah pada pemakaian sosial media tapi lebih ke kondisi keamanan di warga.

“Manfaat pemerintahnya tidak cuma mendesak ke medianya, apa yang perlu di-posting semua jenis, janganlah. Tetapi pada usaha bagaimana warga turut bertindak begitu, nah masyarakatnya aktifkan keluarga, warga,” katanya.